Cerita ini didapat dari salah seorang rekan Helmy, yang juga berprofesi sebagai debt collector saat ditemui detikcom di Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, Selasa (19/4/2011).
Saat penyerbuan berlangsung Senin (11/4) lalu, pria yang enggan dikutip namanya ini mengaku memang tidak berada di SMS Finance. Barulah keesokan harinya, ia mengetahui peristiwa penyerbuan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia pun kaget melihat kondisi ketiga orang rekannya itu. Menurut pria ini, wajah mereka lebam-lebam.
Ada yang luka di bagian pelipis dan bibir yang lebam akibat terkena pukulan. Yang lainnya mendapat luka di bagian kepala.
"Dia pake topi, pas saya suruh buka, kepalanya dipake perban, kaya abis dijahit gitu," tuturnya.
Yang terakhir, sekilas memang tidak terlihat seperti habis mendapat penganiayaan. "Tapi pas dibuka bajunya, biru semua badannya," keluhnya.
Orang yang terakhir menceritakan pengalamannya saat dibawa ke Cilodong. Kepalanya ditutup oleh karung. Badannya dipukul oleh sesuatu yang diduga adalah pipa. Kakinya juga terasa disabet. Begitu juga dengan kepalanya yang terasa dipukul oleh sesuatu.
"Dia sih ngerasa kaya gagang senjata gitu," tandasnya.
Seperti diketahui, Helmy akhirnya meninggal dunia pada Senin, 18 April kemarin. Kostrad Cilodong menyangkal ada prajuritnya terlibat dalam insiden kekerasan itu. SMS Finance juga menerangkan jika Helmy bukanlah karyawan mereka.
(mok/lrn)











































