"Kalau dia ikut tapi tidak berbuat, ya nggak bisa dong. Tergantung keterlibatan dia. Tidak bisa dikatakan langsung dia terlibat. Sepanjang tidak terkait tidak bisa dikatakan terlibat," kata Wakabareskrim Irjen Pol Mathius Salempang di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Selasa (19/4/2011).
Mathius mengatakan, rangkaian bom tidak hanya ditemukan di kediaman Basuki. Polisi juga menyita komponen sirkuit elektronik yang diduga terkait bom yang disiapkan Syarif. Namun, lanjut Mathius, pihaknya masih terus mendalami.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melihat peralatan di rumah Basuki apakah bom dibuat di rumah dia? "Bisa jadi begitu," imbuh mantan Kapolda Kaltim ini.
Terkait rencana pemulangan jenazah, kata Mathius, penyidik belum akan mengizinkan keluarga mengambilnya. Penyidik masih akan melakukan olah forensik terhadap tubuh Syarif.
"Jangan tanya saya apa yang mau digali (dari jenazah). Itu untuk keperluan penyidik di lapangan. Menurut penyidik di lapangan, (jenazah) masih diperlukan untuk pengembangan kasus ini," tandasnya.
Basuki tinggal menumpang di kediaman mertuanya Mainah. Identifikasi yang dilakukan di Desa Trusmi Wetan, Blok Bangbangan, RT 13 RW 4, Plered, Kabupaten Cirebon, tersebut berlangsung sejak pukul 15.25 WIB dan selesai pukul 17.35 WIB.
Polisi juga menemukan kabel abu-abu 12 cm, 1 potongan lampu pecah, 1 rangkaian lampu lab, 1 saklar, dan 1 amplas bekas pakai.
Basuki merupakan anak keenam dari Abdul Gofur dan Sri Mulat. Dia sekaligus adik kandung M Syarif, pelaku bom bunuh diri di Masjid Adz Zikra, Mapolresta Cirebon, Jumat pekan lalu.
(ape/lrn)











































