"Semua mengamankan wilayah dalam arti terutama preemptif dan preventif harus kita manfaatkan semaksimal untuk kebersamaan masyarakat, saya kira itu intinya," kata Kapolri Jenderal Timur Pradopo di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (19/4/2011).
"Preemptif memberikan daya tangkal kepada masyarakat untuk bisa mengamankan lingkungannya," imbuh Kapolri.
Sedangkan tindakan preventif, menurut Kapolri, dilakukan dengan melibatkan masyarakat. "Dalam arti, kan tidak semua di-cover oleh Polri kan, jadi masyarakat bagian dari pencegahan," imbuh Kapolri.
Ada arahan dari Presiden tentang pengetatan keamanan seperti pengetatan Polres? "Saya kira itu sudah ada SOP-nya bagaimana kalau ada kegiatan-kegiatan agama, kegiatan hari Jumat, saya kira itu sudah ada SOP-nya, tinggal bagaimana dimainkan," jawab Kapolri.
Saat ditanya adanya pembangkangan masyarakat kepada aparat keamanan sebagaimana dikatakan Presiden SBY, Kapolri melihatnya itu cuma kasuistis saja.
"Saya kira semua kasuitis, saya kira harus ditindak sesuai dengan ketentuan hukum," ujar Kapolri.
(anw/lrn)











































