"Psikolog, pasti. Karena kondisinya nggak jelas dia pergi dari rumahnya kenapa," ujar Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Herry Rudolf Nahak di Mapolda Metro Jaya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (19/4/2011).
Saat ditemukan di Hostel Bloem Steen, Jalan Kebon Sirih Timur I, Jakarta Pusat, Melinda dalam kondisi sadar. Semula, Melinda tidak mau diajak meninggalkan hostel tersebut. Namun setelah setengah jam dibujuk, akhirnya Melinda mau meninggalkan hostel tersebut dan dibawa ke Mapolda Metro Jaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Herry menjelaskan, pada Senin sore kemarin dirinya mendapat laporan bahwa ayah Melinda telah melapor perihal hilangnya Melinda ke Polsek Dramaga dan Polres Bogor. Pada Senin malam, Herry bertemu orangtua Melinda guna menggali informasi sebagai bekal pencarian.
"Anggota tadi malam juga mencari. Baru siang ini kita temukan korban," imbuh dia.
Herry menuturkan, karena Melinda kuliah di IPB, maka gadis 24 tahun itu kos di Bogor. Biasanya, setiap Jumat Melinda pulang ke rumah orangtuanya di Bintaro. Namun, pada Jumat (15/4) malam, Malinda tidak pulang.
"Orangtuanya khawatir, orang tua trauma, begitu nggak pulang, sehari-dua hari langsung lapor ke Polres Bogor. Kemudian kami juga dapat tembusan masalah itu. Kami panggil orangtua dan dalami," terang dia.
Herry belum dapat memastikan apakah Melinda merasa tertekan dengan perlakuan orangtuanya.
Selama hilang dari kos-kosannya, Melinda Fitriani (24) menginap di kamar 15 lantai 2 Hostel Bloem Steen, Jl Kebon Sirih Timur I, Jakarta Pusat. Hotel ini dekat dengan Jl Jaksa, yang terkenal sebagai pusat penginapan turis backpacker.
(vit/nwk)










































