Ical Belajar Cara Mendidik Kader ke Partai Komunis Tiongkok

Laporan dari Cina

Ical Belajar Cara Mendidik Kader ke Partai Komunis Tiongkok

- detikNews
Selasa, 19 Apr 2011 18:45 WIB
Beijing - Pendidikan kepartaian untuk kader Partai Golkar agaknya menjadi salah satu perhatian Aburizal Bakrie. Ketua Umum Partai Golkar itu pun belajar bagaimana mendidik para kader partai yang dipimpinnya hingga ke negeri China.

"Kita akan melihat bagaimana Partai Komunis Tiongkok (PKT) memberikan pendidikan untuk kadernya," kata pria yang akrab disapa Ical itu dalam jumpa pers di Hotel Fairmont, Beijing, Selasa (19/4/2011).

Ical mengatakan, dengan 'ilmu' dari PKT ini diharapkan para kader Partai Golkar di Indonesia akan mendapatkan pendidikan yang lebih baik. Sehingga partai berlambang pohon beringin itu bakal menelorkan kader-kader yang baik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita sebenarnya sudah ada kerja sama sejak 2008, dengan kunjungan ini kita akan memperkuat hubungan kedua partai terutama hubungan persahabatan antara kedua partai," kata Ical.

Ical akan berada di Beijing selama dua hari. Mantan Menko Kesra itu didampingi sejumlah petinggi Partai Golkar seperti Theo Sambuaga, Setya Novanto, Iris Indira Murti, dan Agus Gumiwang Kartasasmita.

Selain meninjau sekolah kepartaian, Ical juga bertemu dengan Departemen Organisasi Komite Sentral PKT dan bertemu dengan International Departement Communist Party of China.

"Kunjungan ini bukan hanya dalam memperluas jaringan internasional Partai Golkar tapi lebih dari itu untuk memanjukan kepentingan bangsa dan negara," katanya.

Partai Golkar telah menandatangani kerja sama dengan Partai Komunis Tiongkok pada 18 Juni 2008. Isi perjanjian kerja sama itu antara lain berisi tentang kesepakatan pertukaran pengalaman antara politisi-politisi muda antar partai.

Selain itu, kedua partai bisa menyelenggarakan diskusi atau seminar untuk membahas masalah-masalah yang berkaitan dengan kepentingan bersama sehingga dapat bertukar pengalaman yang bermanfaat bagi pembangunan dan kemajuan kedua negara.


(ken/ndr)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads