Ini artinya sesuai konstitusi Singapura, pemilu harus digelar dalam waktu tiga bulan setelah pembubaran parlemen.
"Presiden, atas nasihat perdana menteri, telah membubarkan parlemen pada Selasa, 19 April 2011," demikian statemen pemerintah Singapura seperti diberitakan kantor berita AFP, Selasa (19/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pemilu ini, partai berkuasa PAP akan berupaya memenangi kembali mandat baru setelah membawa negeri itu menuju pemulihan ekonomi menyusul resesi global beberapa waktu lalu.
Para analis menyatakan, harga-harga yang meningkat dan ketidaksenangan atas aliran masuk pekerja asing kemungkinan akan menjadi isu kunci dalam pemilu kali ini.
"Yang akan menjadi isu kunci adalah biaya hidup," ujar Sinapan Samydorai, presiden kelompok masyarakat sipil Think Centre.
"Meski pemulihan ekonomi telah tiba, itu tidak berdampak pada warga Singapura secara positif. Mereka menderita karena tingginya biaya hidup, lebih sulit bagi mereka untuk hidup," imbuhnya.
(ita/nrl)











































