"Kita belum bisa mengaitkan dengan kelompok mana (jaringan M Syarif). Masih kita dalami," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol I Ketut Untung Yoga Ana saat ditemui di kantornya, Jl Trunojoyo, Jaksel, Selasa (19/4/2011).
Menurut Yoga, temuan barang bukti yang telah disita memang identik dengan kelompok teroris yang selalu mengumandangkan jihad di Indonesia. Namun pihaknya memilih hati-hati dalam berspekulasi soal keterlibatan jaringan teroris.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yoga menegaskan, terkait buku berisi ajaran Jihad yang ditemukan di rumah mertua Syarif di Majalengka, tidak terkait dengan bom buku yang meledak di sekitar kantor komunitas Utan Kayu, di rumah Ahmad Dhani dan rumah Ketua Umum Pemuda Pancasila Yapto Soerjosoemarno.
"Beda dengan buku yang ditemukan. Sebelumnya kan, rangkaian sirkuit terindikasi bagian-bagian pembuatan-pembuatan bom," imbuhnya.
Yoga menambahkan, pihaknya sudah memeriksa keluarga Syarif. Termasuk orangtua dan istri Syarif, Sri Maliha. "Istri dan ortu sudah pasti di BAP," tutupnya.
Sebelumnya, polisi sudah mengindentifikasi jenis bom yang digunakan Syarif. Bom berdaya ledak rendah dan terdiri dari sejumlah bahan antara lain mur, paku, dan baterai.
(ape/nik)











































