Dikatakan Larijani, memperhatikan tuntutan rakyat Bahrain dan menarik pasukan asing dari Bahrain merupakan satu-satunya solusi atas krisis di negeri Timur Tengah itu.
"Negara-negara internasional tak punya pemahaman yang tepat akan situasi di Bahrain. Terus berlangsungnya kondisi tersebut akan merugikan mereka sendiri," ujar Larijani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pertemuan itu, Chalabi juga mengatakan, bangsa Irak tak bisa berdiam diri melihat penekanan yang dilakukan otoritas Bahrain terhadap rakyatnya.
Para demonstran di Bahrain telah menggelar aksi protes antipemerintah sejak 14 Februari lalu. Mereka menuntut reformasi konstitusional serta berakhirnya kekuasaan dinasti al-Khalifa di negeri itu.
Para demonstran bersikeras akan terus melakukan aksi mereka sampai semua tuntutan dipenuhi. Aksi demo tersebut beberapa kali telah diwarnai kekerasan yang sejauh ini telah menewaskan puluhan demonstran.
Untuk membantu mengatasi aksi demo tersebut, pasukan Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Kuwait telah dikirimkan ke Bahrain. Pengerahan pasukan asing ini menimbulkan kecaman keras dari sejumlah negara, terutama Iran dan Irak.
(ita/nrl)











































