"Kendalanya cuma penulisan kode rayon yang salah oleh pengawas. Misalnya kode rayon 7 ditulis 5," ujar Ketua Koordinator Pengawas Ujian Nasional (UN) DKI Jakarta, Soeprijanto, saat dihubungi di Jakarta, Selasa (19/4/2011).
Soeprijanto menjelaskan, untungnya panitia cukup jeli meneliti berkas-berkas yang masuk. Jika kesalahan itu tidak terdeteksi, maka akan menyulitkan pengelolaan data para siswa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soeprijanto menambahkan, saat ini berkas-berkas murid sudah diterima oleh pihak panitia untuk ditelaah jika terjadi kesalahan. Setelah jumlah berkas cocok, baru akan dikoreksi.
"Nanti sore mulai koreksinya di UNJ," imbuhnya.
Terkait isu kebocoran soal, menurut Soeprijanto hal itu hanya untuk mengganggu kesiapan murid dan panitia. "Alhamdulillah kemarin tidak ada kendala berarti di lapangan," tutupnya.
UN akan dilaksanakan hingga tanggal 20 April untuk SMA dan 21 April untuk SMK. Hari ini, mata pelajaran yang diujikan adalah Matematika.
Total peserta UN tingkat SMA sederajat tahun ini di DKI sebanyak 122.497 siswa. Dengan rincian, SMA sebanyak 53.937 siswa, MA 4.679 siswa, SMK 63.382 siswa, dan SMA luar biasa (SMALB) sebanyak 141 siswa.
(lia/nik)











































