"Dia cuma bawa tas, handphone dan notebook," ujar ayah Melinda, Sapto Hartoyo, saat ditemui di kediamannya, Villa Bintaro Regency, Pondok Aren, Tangerang, Selasa (19/4/2011).
Ketika Sapto memasuki kamar kost Melinda di Wisma Fio, Jalan Dramaga IPB No 47A, Bogor, tidak ditemukan hal-hal aneh. Buku-buku yang disimpan Melinda pun buku pelajaran biasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita segala kemungkinan coba telusuri. Ya berharap saja ada yang cocok di antara salah satu kemungkinan itu," imbuh Sapto.
Menurut Sapto, anak yang tinggal satu-satunya itu adalah anak yang baik, pendiam dan menurut pada orangtua. Karenanya ketika Melinda menghilang, orangtuanya bingung harus mencari ke mana. Keluarga juga tidak tahu dengan siapa saja Melinda bergaul.
"Sampai sekarang ini belum ada perkembangan yang berarti. Kita tetap melakukan segala daya dan upaya untuk menemukan puteri saya," ucap Sapto dengan tegar.
Melinda dilaporkan hilang pada Jumat 15 April setelah dia tidak pulang ke rumahnya di Bintaro, Tangerang, yang menjadi kebiasaannya bila akhir pekan datang. Mahasiswi S2 Ilmu Pangan IPB itu memiliki ciri-ciri rambut lurus dan panjang, berkulit putih, tidak berjilbab dan pendiam.
(vit/fay)











































