"Nggak ada sikap dia yang berubah. Hanya terakhir waktu saya dari Cirebon mampir Bogor, dia bolak-balik ke kamar mandi, seperti menghindar diajak ngobrol," ujar ibunda Melinda, Sri Andiani.
Hal itu disampikan dia saat ditemui di kediamannya, Villa Bintaro Regency, Pondok Aren, Tangerang, Selasa (19/4/2011).
Kendati Melinda bolak-balik ke kamar mandi, namun sang ibu tidak menaruh curiga. Perempuan yang akrab disapa Anik ini juga mengaku tidak over protected dalam membesarkan putrinya. Meskipun Anik dan suaminya pernah kehilangan putri pertamanya, Amanda Devina, yang sempat menghilang lalu ditemukan tewas karena dibunuh kekasihnya sendiri, namun dia tidak serta merta berlebihan melindungi Melinda.
"Saya ini demokratis. Dia kuliah S2 ini permintaan dia, bukan saya yang menyuruh," sambung Anik.
Anik juga tidak tahu apakah putrinya terlibat dengan kegiatan kelompok-kelompok yang sekarang ini ramai dibicarakan. "Nggak tahu (terlibat atau tidak). Karena saya tidak tahu kegiatan dia selama dia di Bogor. Anak saya ini secara umum tidak ada masalah dengan keluarga," ucap perempuan berjilbab coklat ini.
Melinda dilaporkan hilang pada Jumat 15 April setelah dia tidak pulang ke Bintaro, Tangerang, kebiasaannya bila akhir pekan datang. Mahasiswi pascasarjana IPB ini memiliki ciri-ciri rambut lurus dan panjang, berkulit putih, tidak berjilbab dan pendiam.
(vit/nrl)











































