Nah, diduga karena tersudut ditanyai soal bom, Ali dan rekannya mengambil tindakan nekat, menghabisi nyawa Sutedjo.
"Menurut saksi korban yang juga pemilik warung, pelaku waktu itu membicarakan bom dengan salah satu temannya, dia jadi curiga," kata salah satu sumber saat berbincang dengan detikcom, Selasa (19/4).
Syarif bersama temannya, yang belum diketahui identitasnya, menghabisi Sutedjo khwatir karena tindakannya terendus. Syarif juga berniat menghabisi nyawa Ali, tukang warung tersebut.
"Kemungkinan karena panik takut diketahui rencana yang dibicarakan, pelaku membunuh Sutejo dan pemilik warung. Ternyata pemilik warung sendiri tidak tewas," kata sumber itu menjelaskan.
Syarif, selain membunuh Sutedjo, diketahui juga melakukan perampokan terhadap korban. "Semalam setelah kejadian dia pamit sama istrinya mau cari kerja. Istrinya dikasih uang Rp 500 ribu. Saya pikir, uang dari mana dia (MS) uang segitu, saya menduga itu uang Sutejo karena saat itu dompetnya kosong dan tanggal kejadian berbarengan dengan tanggal gajian tentara," ujarnya.
MS, selain terlibat dalam bom bunuh diri juga terlibat dalam aksi pengrusakan mini market di Kota Cirebon saat aksi razia miras. Mabes Polri menyatakan 6 orang pelaku sudah divonis majelis hakim Pengadilan Negeri Cirebon. Sementara 5 orang lainnya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), salahsatunya M Syarif.
(ahy/ndr)











































