"Dalam proses penyidikan kami tidak harus berhubungan dengan jaringan atau kelompok. Siapapun yang nanti terkait dengan Syarif, darimanapun, dia akan diproses secara hukum," ujar Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Suparni Parto saat dihubungi detikcom, Selasa (19/4/2011).
Suparni mengatakan, pihaknya pun masih terus menyelidiki darimana Syarif belajar merakit bom. "Itu yang masih kita pelajari," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu Pak Teten (yang terkena di mata). Dia sudah sadar. Kondisinya baik," kata Yeni.
Menurut Yeni, memang ada 1 pasien yang sebelumnya dirawat di RS Pelabuhan, Heri, yang akhirnya di rujuk ke RS Polri. Heri ini juga terkena serpihan bom di matanya.
"Jumat malam nggak tahan sudah sakit, akhirnya dirujuk ke RS Polri Kramat Jati," jelasnya.
(gus/fay)











































