Sedikitnya, 618 orang bergabung sejak grup dibuat pagi tadi. Umumnya mereka menceritakan buruknya gedung pengadilan dan rumah dinas hakim. Lihatlah salah satu komentar dukungan terhadap grup 'Rencana Peserta Aksi Hakim Indonesia Menggugat Presiden dan DPR RI' ini. Seorang hakim menceritakan betapa mirisnya kondisi pengadilan di Palopo, Sulawesi Selatan.
"Selain rumah, kami belum punya gedung pengadilan resmi. Jadi kami berkantor di ruang sidang keliling PN Palopo. Kepala Pengadilan Negeri (KPN) tidak ada rumah dan kendaraan dinas beliau memakai sepeda motor sewa bulanan," ungkap salah satu anggota grup yang juga hakim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banyak karyawan tinggal dikantor dengan membuat sekat dari papan kayu," kisah seorang hakim.
Seorang anggota group membandingkan gerakan hakim di Indonesia dengan gerakan para hakim- hakim di seluruh Perancis beberapa waktu lalu. Saat itu, hakim di seluruh Perancis melakukan pemogokan sidang- sidang yang menuntut kesejahteraan dan menolak Intervensi lembaga eksekutif. "Peristiwa di Perancis ini menginspirasi para hakim-hakim di Indonesia yang kondisi kesejahteraan dan kondisi kerjanya masih jauh dari hidup layak," terangnya.
(asp/mad)










































