Golkar Yogya Nonton Bareng VCD AFI Anti Wiranto

Golkar Yogya Nonton Bareng VCD AFI Anti Wiranto

- detikNews
Kamis, 10 Jun 2004 17:01 WIB
Yogyakarta - VCD Akademi Fantasi Indonesia (AFI) anti Wiranto jadi buah bibir di mana-mana. Bahkan pengurus DPD Partai Golkar DI Yogyakarta menggelar nonton bareng bersama wartawan.Dari sampul VCD memang bergambar AFI, tapi setelah diputar ternyata berisi hujatan dengan Wiranto. Rekaman para bintang AFI hanya di bagian awal selama 3-5 menit, tetapi 35 menit selanjutnya gambar berubah menjadi peristiwa Mei 1998 di Jakarta atau Tragedi Trisakti, pidato Soeharto saat lengser, reformasi dan peristiwa Semanggi.Berbagai rekaman yang menggambarkan peristiwa itu ditayangkan tanpa henti. Sedangkan di bagian kanan atas terdapat insert gambar Wiranto lengkap dengan seragam militer serta muncul teks kalimat penolakan terhadap capres militer. Running text itu berbunyi "Adili Jenderal Wiranto, Tolak capres dari militer (Jenderal Wiranto)."Ketua DPD I Partai Golkar DIY, HM Sudarno menyatakan, pihaknya sudah mengetahui beredarnya VCD tersebut sejak kampanye di Bantul pada hari Selasa (8/6/2004) di Kecamatan Pleret. Sedangkan pada hari Rabu kemarin sudah ditemukan di Tepus, Gunung Kidul, Godean Sleman, Wates Kulon Progo dan kota Yogyakarta. VCD tersebut diduga juga sudah beredar di pedagang-pedagang kaki lima di kota Yogya, sebab sampulnya bergambar AFI.PantauUntuk mengantisipasi agar VCD tersebut tidak tersebar luas di DIY, Partai Golkar dan anggota tim sukses yang tergabung dalam Jes WSW yang ada di desa atau kecamatan diminta untuk memantau. Bila ditemukan VCD semacam itu diminta secara sukarela untuk menyerahkannya. "Karena VCD tersebut menyesatkan dan mendiskreditkan salah satu capres," teags Sudarno.Sudarno menilai, diedarkannya VCD itu jelas punya maksud jelek dan ada ketakutan dari pihak lain bila Wiranto menang dalam pilpres mendatang. Mereka takut Wiranto akan menang sehingga berbagai cara ditempuh untuk menjatuhkannya."Kita tidak akan melakukan sweeping atau penyitaan karena itu bisa merugikan pedagang, tapi minta untuk diserahkan secara sukarela. Sebab, kita juga punya hak untuk mencegahnya namun tidak bertindak seperti polisi," imbuh Sudarno.LaporTim penasihat hukum Partai Golkar DIY, Deddy Suwadi menambahkan, pihaknya secepatnya akan memberikan laporan tersebut kepada ketua tim sukses Wiranto di Jakarta dan DPP Partai Golkar untuk segera diambil langkah-langkah hukum.Beredarnya VCD tersebut sudah meresahkan masyarakat menjelang pilpres ini dan pasti punya maksud tertentu untuk menjatuhkan nama orang lain. "Tidak hanya itu saja, hal ini sudah termasuk kampanye negatif," tegas Deddy. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads