"Dia itu dua bersaudara. Masak anak saya habis dengan cara begini," ucap perempuan yang akrab disapa Anik ini dengan suara bergetar. Hal itu disampaikan dia kepada detikcom, Senin (18/4/2011).
Ingatan Anik melayang dengan hilangnya sang putri sulung, Amanda Devinda, pada 2004 lalu. Untuk mencari buah hatinya, dia membuat pengumuman dan menyebarkannya ke khalayak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kini Melinda hilang dan Anik melakukan cara serupa: membuat pengumuman kehilangan anak.
"Sampai sekarang belum ada kabar. Bapaknya sekarang lapor ke Polda Metro Jaya. Handphone dia sempat terlacak, tapi khawatirnya handphonenya sudah tidak sama Fitri (panggilan akrab Melinda) lagi," imbuh Anik.
Berbeda dengan Amanda, Melinda tidak diberi kendaraan pribadi untuk pergi kuliah. Sebab kost Melinda dekat dengan kampus.
"Dulu Amanda ada kendaraan. Tapi kalau Fitri ini kost-nya dekat dengan kampus, hanya tinggal menyeberang saja," ucap Anik.
Dia berdoa, buah hatinya itu segera pulang dengan keadaan sehat tak kurang suatu apa pun. Anik juga berharap, jika ada masyarakat yang melihat keberadaan Melinda segera memberikan informasi ke polisi, keluarga atau ke media massa.
Melinda yang masih tercatat sebagai mahasiswi S2 IPB itu dilaporkan hilang pada Jumat 15 April setelah dia tidak pulang ke Bintaro, Tangerang, kebiasaannya bila akhir pekan datang. Melinda memiliki ciri-ciri rambut lurus dan panjang, berkulit putih, tidak berjilbab, pendiam.
(vit/nrl)











































