Kakak Melinda Hilang & Ditemukan Tewas Pada 2004

Mahasiswi S2 IPB Hilang

Kakak Melinda Hilang & Ditemukan Tewas Pada 2004

- detikNews
Senin, 18 Apr 2011 15:43 WIB
Kakak Melinda Hilang & Ditemukan Tewas Pada 2004
Jakarta - Hilangnya Melinda Fitriani ibarat deja vu bagi pasangan Sapto Hartoyo dan Anik. Bagaimana tidak, 7 tahun lalu, putri pertama mereka yakni Amanda Devina juga pernah menghilang. Tragisnya, Amanda pergi dan tak kembali karena dibunuh pacarnya, Ronald Johannes Posma Aruan.

"Iya dulu kakaknya, Amanda Devina, yang kuliah di Trisakti juga pernah hilang. Ini kami sudah kejadian dua kali," ujar Anik, kepada detikcom, dengan suara bergetar pada Senin (18/4/2011).

Trauma yang pernah muncul dengan hilang dan terbunuhnya si putri sulung belum hilang benar. Kini putri bungsunya juga hilang misterius. 7 Tahun lalu ketika Amanda menghilang, keluarga segera mengecek ke pacar Amanda. Namun kini ketika Melinda menghilang, keluarga bingung harus mencari ke mana.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dulu waktu Amanda, kita pegang pacarnya. Tapi Fitri (Melinda) ini belum punya pacar. Setiap Jumat biasanya dia ada di Jakarta dengan saya. Nggak ada yang ngapelin," tutur Anik.

Amanda Devina adalah putri sulung Sapto-Anik yang tercatat sebagai mahasiswi Universitas Trisakti Jurusan Elektro. Pada 28 Juli 2004 meninggalkan rumah. Lalu keberadaannya tidak diketahui.

Rupanya, saat meninggalkan rumah, Amanda tengah mengandung anak dari pacarnya, Ronald. Kala itu, Amanda tengah hamil 4 bulan. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, dalam jenazah Amanda ditemukan janin dengan panjang 25 cm dan berat 375 gram berumur 20 minggu.

Amanda kala itu meminta Ronald untuk memberitahukan kehamilannya pada orangtua mereka. Namun hal itu ditolak Ronald. Keduanya lantas cekcok, hingga akhirnya Ronald menutup mulut Amanda agar berhenti bicara. Amanda berusaha menghindar.

Ronald lantas mencekik leher Amanda. Karena Amanda melawan dengan mencakar Ronald, cekikan pun semakin kencang. Amanda pun tak sadarkan diri dengan kondisi lidah terjulur. Kepala Amanda kemudian ditutup dengan tas belanja.

Setelah dipastikan tewas, Ronald membawa jenazah Amanda dengan mobilnya dan kemudian ditinggalkan di dalam mobilnya di pinggir Jl Soekarno-Hatta, Bandung. Atas pembunuhan ini, Ronald diganjar hukuman 20 tahun penjara dalam sidang di Pengadilan Negeri Cibinong, Bogor, Jawa Barat.


(vit/fay)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads