Mahfud MD: Hamzah Haz Maju untuk Jegal Amien Rais
Kamis, 10 Jun 2004 16:11 WIB
Solo - Keputusan Hamzah Haz yang akhirnya maju menjadi capres adalah hasil kesepakatannya dengan Megawati untuk menjegal Amien Rais agar tidak bisa lolos ke putaran kedua. Selanjutnya massa pendukung Hamzah akan dilimpahkan kepada Megawati yang diprediksi akan lolos sebagai salah satu dari dua pasangan yang bertarung di putaran kedua nanti.Hal tersebut dilontarkan oleh Wakil Ketua Umum DPP PKB, Mahfud MD, dalam diskusi panel berjudul 'Posisi NU dalam Pilpres 2004; Berkah atau Musibah', yang digelar di Solo, Kamis (10/6/2004). Muhfud memprediksi, dengan kondisi seperti itu maka sangat kecil kemungkinan Amien Rais bisa lolos ke putaran kedua."Ada kesepakatan antara Mega dengan Hamzah Haz agar Hamzah maju menjadi capres untuk menahan Amien Rais. Jika Hamzah maju maka suara dukungan kepada Amien akan jauh berkurang karena basis massa keduanya hampir sama, yaitu Islam kanan atau Islam ideologis itu," ungkap Mahfud.Hal yang semakin menunjukkan sebagai bukti adanya kesepakatan antara Mega dengan Hamzah, menurut Mahfud, adalah Hamzah maju berpasangan sengan Agum Gumelar seorang mantan jenderal yang sangat dekat dengan Megawati. Dengan demikian, selain terutama ingin menghadang perolehan suara Amien Rais, Megawati juga ingin menghadang calon lainnya.Dijelaskan Mahfud, beberapa hari sebelumnya, Agum mengecam para mentri yang mundur hanya untuk kepentingan mancalonkan diri sebagai capres atau cawapres. Namun tiba-tiba dia melakukan hal yang sama. "Ini indikasi yang jelas. Apalagi justru di saat telah menjadi cawapres Agum masih terlihat lebih sering membela Mega, bukan berkampanye untuk dirinya sendiri," paparnya."Jadi majunya Hamzah ini adalah untuk menjegal Amien dan menjaga suara konstituennya agar tidak terpengaruh pada dominasi politik Gus Dur terutama yang warga NU. Selanjutnya massa Hamzah di putaran pertama ini nantinya akan diserahkan kepada Megawati yang diprediksi akan lolos ke putaran kedua," lanjutnya.Dengan pelimpahan suara pemilih Hamzah ke Megawati dalam putaran kedua itu, kata Mahfud, nantinya ada janji jabatan tertentu di kabinet atau di posisi-posisi lainnya untuk para politisi PPP.Pendapat Mahfud MD ini juga didukung oleh pengamat politik militer MT Arifin yang juga tampil sebagai panelis dalam diskusi tersebut. MTA mengungkapkan bahwa memang telah terjadi kesepakatan di bawah tangan antara Hasyim Muzadi dengan Hamzah Haz mengenai pelimpahan suara itu. Kesepakatan itu mudah terjadi, mengingat sebelumnya Hasyim adalah mantan politisi PPP."Dengan adanya ketidakharmonisan PKB dengan NU maka semakin mudah bagi bagi Hasyim Muzadi dan Hamzah Haz untuk membuat kesepakatan-kesepakatan seperti itu. Bahkan banyak pihak di NU menuding para pengurus PKB bukan orang NU dan tidak akan memperjuangkan kepentingan NU," lanjut MTA."Jadi sebetulnya yang menjadi pertanyaan saat ini adalah, dari kelima pasang capres dan cawapres itu, ada berapa pasang dari mereka yang betul-betul ingin menjadi capres dan cawapres," lanjut MTA yang saat ini juga menjadi sekretaris bidang media dan propaganda di Tim Kampanye Mega - Hasyim untuk Kota Solo.
(asy/)











































