Dana tersebut digunakan untuk mengoperasikan Barada TV, saluran televisi satelit yang berbasis di London, Inggris serta untuk mendanai kegiatan-kegiatan di dalam negeri Suriah.
Demikian diberitakan harian terkemuka AS, The Washington Post seperti dilansir Reuters, Senin (18/4/2011) yang mengutip kawat-kawat diplomatik yang dirilis WikiLeaks.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dana pemerintah AS untuk oposisi Suriah mulai mengalir sejak pemerintahan Presiden George W. Bush menyusul dibekukannya hubungan politik dengan Suriah pada tahun 2005.
Menurut The Washington Post, dukungan finansial itu terus berlanjut di bawah pemerintahan Presiden Barack Obama meski Obama berupaya membangun kembali hubungan dengan Assad. Pada Januari lalu, Gedung Putih menempatkan dubes AS di Damaskus untuk pertama kalinya dalam waktu enam tahun.
Tidak jelas apakah pemerintah AS saat ini masih terus mendanai kelompok-kelompok oposisi Suriah. Namun menurut kawat diplomatik yang dirilis WikiLeaks tersebut, dana terus dikucurkan AS hingga setidaknya September 2010 lalu.
Saat ini aksi demo besar-besaran tengah melanda Suriah. Menurut kelompok-kelompok HAM, aksi demo yang kerap diwarnai kerusuhan itu telah menewaskan lebih dari 200 orang. Otoritas Suriah menuding geng-geng bersenjata sebagai penyebab kerusuhan itu.
Menurut The Washington Post, Deplu AS menolak berkomentar mengenai keotentikan kawat WikiLeaks tersebut. Deplu AS juga tidak bersedia menjawab soal pendanaan Barada TV.
(ita/nrl)











































