WikiLeaks: AS Diam-diam Danai Kelompok Oposisi Suriah

WikiLeaks: AS Diam-diam Danai Kelompok Oposisi Suriah

- detikNews
Senin, 18 Apr 2011 14:24 WIB
WikiLeaks: AS Diam-diam Danai Kelompok Oposisi Suriah
Washington - Departemen Luar Negeri (Deplu) Amerika Serikat diam-diam telah mendanai kelompok-kelompok oposisi Suriah. Bahkan Deplu AS telah menyalurkan dana sebanyak US$ 6 juta sejak tahun 2006 kepada sebuah kelompok warga Suriah yang mengasingkan diri.

Dana tersebut digunakan untuk mengoperasikan Barada TV, saluran televisi satelit yang berbasis di London, Inggris serta untuk mendanai kegiatan-kegiatan di dalam negeri Suriah.

Demikian diberitakan harian terkemuka AS, The Washington Post seperti dilansir Reuters, Senin (18/4/2011) yang mengutip kawat-kawat diplomatik yang dirilis WikiLeaks.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Barada TV mulai mengudara pada April 2009 lalu dan gencar memberitakan aksi protes antipemerintah di Suriah yang mulai terjadi bulan lalu. Para demonstran menginginkan pengunduran diri Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Dana pemerintah AS untuk oposisi Suriah mulai mengalir sejak pemerintahan Presiden George W. Bush menyusul dibekukannya hubungan politik dengan Suriah pada tahun 2005.

Menurut The Washington Post, dukungan finansial itu terus berlanjut di bawah pemerintahan Presiden Barack Obama meski Obama berupaya membangun kembali hubungan dengan Assad. Pada Januari lalu, Gedung Putih menempatkan dubes AS di Damaskus untuk pertama kalinya dalam waktu enam tahun.

Tidak jelas apakah pemerintah AS saat ini masih terus mendanai kelompok-kelompok oposisi Suriah. Namun menurut kawat diplomatik yang dirilis WikiLeaks tersebut, dana terus dikucurkan AS hingga setidaknya September 2010 lalu.

Saat ini aksi demo besar-besaran tengah melanda Suriah. Menurut kelompok-kelompok HAM, aksi demo yang kerap diwarnai kerusuhan itu telah menewaskan lebih dari 200 orang. Otoritas Suriah menuding geng-geng bersenjata sebagai penyebab kerusuhan itu.

Menurut The Washington Post, Deplu AS menolak berkomentar mengenai keotentikan kawat WikiLeaks tersebut. Deplu AS juga tidak bersedia menjawab soal pendanaan Barada TV.

(ita/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads