UN Diduga Penuh Kecurangan di Pekanbaru

UN Diduga Penuh Kecurangan di Pekanbaru

- detikNews
Senin, 18 Apr 2011 14:18 WIB
Pekanbaru - Ujian Nasional tahun ini kembali digelar. Namun kasus-kasus kecurangan tetap membayangi. Diduga, kecurangan UN juga terjadi dalam pelaksanaan UN tahun ini.

Untuk tahun ini, UN SMA menggunakan 5 paket soal yang sebelumnya hanya 2 paket saja. 5 Paket berbeda ini untuk menghindari kecurangan dimana dalam satu kelas, para murid mendapatkan 5 jenis soal berbeda walaupun duduk dalam satu ruangan. Mekanisme tempat duduk yang diacak pun adalah cara untuk menghindari kecurangan.

Namun begitu, bukan berarti kecurangan tidak bisa dilakukan. Caranya, sebelumnya soal dibagikan ke para murid, terlebih dahulu para guru di sekolah yang menjadi panitia UN mengambil lebaran soal. Dari sana guru di masing-masing sekolah, akan turut mengisikan jawaban.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menjelang 30 menit terakhir waktu UN akan selesai, maka guru yang bersangkutan akan masuk ke ruangan sembari membagikan lebaran jawaban sesuai dengan paket soal masing-masing. Sedangkan guru pengawas dari sekolah lain yang ada saat itu, pura-pura tidak tahu.

"Kita tutup mata saja pura-puta tidak tahu. Sebenarnya batin kita menangis melihat UN ini, karena tidak ada lagi profesionalisme kerja kita. Semua pihak sekolah mempunyai kepentingan untuk meluluskan muridnya. Dan sebenarnya, membantu memberikan jawaban soal ini sudah keputusan bersama," keluh seorang guru SMA Negeri di Pekanbaru kepada detikcom yang tidak bersedia disebutkan namanya, Senin (18/4/2011).

Usai ujian Bahasa Indonesia, siswa SMA jurusan IPA, hari ini juga menghadapi ujian Biologi, sedangkan jurusan IPS menghadapi ujian Sosiologi. Namun tetap saja, para guru berkepentingan membantu mengisikan lembaran jawaban UN tersebut.

"Kalau sekolah negeri, kepala sekolah sangat bekepentingan untuk meluluskan 100 persen murid-muridnya. Ini karena ada semacam ketakutan kepala sekolah bila banyak muridnya yang tidak lulus, akan dicopot dari kedudukannya," kata sumber detikcom tadi.

Sumber lainnya, seorang murid juga mengakui, bahwa menjelang waktu ujian berakhir, mereka mendapat bocoran jawaban dari pihak sekolahnya. "UN kan lumayan susah. Tapi menjelang waktu berakhir, kita diberikan jawaban oleh guru walau tidak semuanya," cerita seorang murid yang juga tidak bersedia disebutkan namanya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Wardan yang dikonfirmasi detikcom melalui ponsel, membantah keras. "Sama sekali tidak benar (ada kecurangan-Red), tidak ada kesepakatan dalam bentuk apapun dan dengan siapapun dilakukan" kata Wardan.


(cha/fay)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads