"Kami ingin menjelaskan, kenapa wartawan kemarin kecewa, agak berbeda dengan pemeriksaan yang kita lakukan pada Dulmatin. Inafis (Indonesia Automatic Fingerprints Identification System) database kita sudah punya, pada saat ditemukan (Dulmatin) kita langsung bisa mencocokkan dengan database kita sehingga kurang 1 x 24 jam bisa diketahui," ujar Kapusdokkes Mabes Polri Brigjen Musaddeq.
Hal itu disampaikan Musaddeq dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (18/4/2011). Dia didampingi sejumlah petinggi Polri seperti Mathius Salempang dan Irjen Anton Bachrul Alam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kasus ini pemain baru yang belum ada di database kami sehingga kami harus cari data pembanding," jelasnya.
Data pembandingnya, imbuhnya, baru diterima pada Sabtu (16/4/2011) lalu.
Sekadar diketahui, Mabes Polri sedianya mengumumkan tes DNA pelaku bom bunuh diri pada Minggu kemarin, untuk memastikan pelaku itu adalah M Syarif atau bukan. Namun rencana itu tertunda menjadi siang ini.
(nwk/nrl)











































