detikNews
Senin 18 April 2011, 12:58 WIB

Jeffrey Winters: Soeharto Bapak Oligarki Indonesia

- detikNews
Jeffrey Winters: Soeharto Bapak Oligarki Indonesia
Makassar - Mendiang Presiden Soeharto langgeng dalam rezim selama 32 tahun. Kekuasaan dengan rapi dibagi-bagi kepada orang-orang yang setia. Oleh sebab itu, pakar politik dan Indonesianis Jeffrey A Winters menyebut Soeharto sebagai Bapak Oligarki di Indonesia.

Hal ini disampaikan profesor politik dari Northwestern University Cichago, AS itu dalam ceramah \'Demokrasi Tanpa Hukum: Indonesia Menghadapi Oligarki\', di Ruang Senat Universitas Hasanuddin, Makassar, Senin (18/4/2011).

Menurut Winters, sistem oligarki pertama kali muncul di Indonesia pada tahun 1970 yang dibangun oleh Soeharto. Untuk memimpin sistem oligarki yang dibentuknya, Soeharto berlagak layaknya seorang The Godfather yang membagi-bagi kekayaan alam Indonesia pada kelompok-kelompok tertentu, seperti kelompok para jenderal, penguasa etnis Tionghoa dan kelompok pribumi.

\"Setelah berkuasa, ancaman nyata Soeharto itu ada pada para Jenderal TNI, jadinya dia membagi-bagikan kekayaan misalnya dengan pengelolaan hutan di Kalimantan dan menyebut para Jenderal itu kaya karena dia. Soeharto itu seorang Godfather yang ekonomis dan politis,\" pungkas Winters.

Winters menambahkan, sistem oligarki Soeharto mulai mengalami gangguan saat anak-anak Soeharto menjadi dewasa dan mulai berbisnis. Kejatuhan Soeharto pada tahun 1998, lanjut Winters, karena para oligark di bawah Soeharto sudah tidak mau membela Soeharto karena tingkah laku anak-anaknya sudah tidak bisa dikendalikan.

\"Kalau anak-anak Soeharto tidak bisa dikendalikan, para oligark menjatuhkan Soeharto sepaket dengan anak-anaknya, karena Soeharto tidak mau membatasi anak-anaknya. Contohnya ketika LB Moerdani mengeluhkan anak-anak Soeharto dan akhirnya dia dipecat,\" ujar Winters.

Demonstrasi mahasiswa di tahun 1998 yang menggoyang pohon oligarki Soeharto dinilai Jeffrey, hasilnya tidak dinikmati oleh para aktivis mahasiswa. Justru para oligark yang ia sebut termasuk Rulling Oligarchy yang akhirnya menikmati kekuasaan. Akhirnya yang terjadi kemudian adalah demokrasi kriminal, demokrasi tanpa sepaket dengan hukum dan para penguasa rata-rata memiliki kasus kriminalitas.

Saat ini di Indonesia, kekuatan oligarki dikuasai oleh kalangan pribumi, lanjut Winters, karena mereka memiliki uang dan jabatan. Sebelumnya, di zaman Orde Baru, oligarki dikuasai oleh pengusaha etnis Tionghoa, yang punya akses langsung ke Soeharto.

\"Saat ini oligark dari pengusaha non pribumi tidak punya akses langsung lagi ke penguasa, meskipun besar kekayaannya masih jauh di atas kelompok oligark pribumi,\" tandas Winters.




(mna/fay)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com