"Dia menganggap polisi musuh," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Ansyaad Mbai, saat dikonfirmasi detikcom, Senin (18/4/2011).
Ansyaad tidak merinci lebih jauh alasannya. Hanya saja, kini ada pergeseran target teror. Dahulu gedung dan warga asing jadi sasaran, kini aparat negara ikut jadi sasaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Generasi terakhir yang mengalami amnesia sejarah gerakan kelompok ini hanya tahu bahwa polisi adalah musuh. Padahal awal gerakan kelompok ini di Indonesia adalah melawan umat kristiani (Poso dan Ambon) serta menghancurkan kepentingan Amerika seperti terlihat dalam beberapa rentetan bom-bom di tanah air selama 11 tahun belakangan ini," tulis Noor Huda dalam kolomnya di detikcom.
Untuk memastikan Syarif pelaku pengeboman, polisi melakukan tes DNA dengan orangtua M Sarip, Abdul Gofur dan Ratu Srimulat. Hasil tes itu akan diumumkan pukul 13.00 WIB.
(ndr/nrl)











































