Syarif Menganggap Polisi Musuh

Syarif Menganggap Polisi Musuh

- detikNews
Senin, 18 Apr 2011 11:45 WIB
Jakarta - M Syarif (Sarip) nekat melakukan aksi pemboman bunuh diri di Masjid Ad Dzikra Mapolresta Cirebon. Syarif tewas dan sejumlah polisi luka karena pecahan mur dan paku dari bom yang diledakkan. Lalu apa motif Syarif?

"Dia menganggap polisi musuh," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Ansyaad Mbai, saat dikonfirmasi detikcom, Senin (18/4/2011).

Ansyaad tidak merinci lebih jauh alasannya. Hanya saja, kini ada pergeseran target teror. Dahulu gedung dan warga asing jadi sasaran, kini aparat negara ikut jadi sasaran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Noor Huda Ismail, alumnus Pondok Pesatren Ngruki, dan Direktur Eksekutif Yayasan Prasasti Perdamaian, berpendapat, polisi hanya dijadikan sasaran karena menghalangi target utama, yaitu musuh kepentingan Amerika dan kaum kristiani, utamanya di wilayah konflik di Ambon dan Poso.

"Generasi terakhir yang mengalami amnesia sejarah gerakan kelompok ini hanya tahu bahwa polisi adalah musuh. Padahal awal gerakan kelompok ini di Indonesia adalah melawan umat kristiani (Poso dan Ambon) serta menghancurkan kepentingan Amerika seperti terlihat dalam beberapa rentetan bom-bom di tanah air selama 11 tahun belakangan ini," tulis Noor Huda dalam kolomnya di detikcom.

Untuk memastikan Syarif pelaku pengeboman, polisi melakukan tes DNA dengan orangtua M Sarip, Abdul Gofur dan Ratu Srimulat. Hasil tes itu akan diumumkan pukul 13.00 WIB.

(ndr/nrl)


Berita Terkait