Dalam wawancara dengan The Washington Post, Saif mengatakan, bukti-bukti bahwa pasukan Libya menembaki para demonstran antipemerintah adalah palsu. Dicetuskannya, hal itu sama dengan pemberitaan mengenai Irak yang menyembunyikan senjata pemusnah massal (WMD) sebelum diinvasi pasukan internasional pimpinan Amerika Serikat.
"Itu persis seperti WMD," tutur Saif seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (18/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Saif, dirinya telah mengajak banyak reformis untuk bergabung ke pemerintahan Libya. Namun beberapa dari mereka telah membelot ke pemberontak dan memiliki peran penting di kelompok oposisi.
Saif bersikeras bahwa pemberontak dikelilingi oleh Al-Qaeda. Saif juga membantah klaim dari PBB, para dokter, wartawan asing dan lainnya bahwa warga sipil tewas di Kota Misrata akibat serangan pasukan Khadafi.
"Saya tak akan menerima itu, bahwa pasukan Libya membunuh warga sipil. Itu tidak terjadi. Itu tak akan pernah terjadi," cetus Saif.
Menurut Saif, PBB harus membantu Libya memerangi Al-Qaeda dan mengusir para 'teroris' dari Misrata dan Benghazi.
"Masalah terbesar adalah para teroris dan milisi bersenjata," cetus Saif. "Begitu kami menyingkirkan mereka, semuanya akan selesai," imbuhnya.
(ita/ita)











































