Mahfud MD: Kesan Saya, Kivlan Kurang Beres

Mahfud MD: Kesan Saya, Kivlan Kurang Beres

- detikNews
Kamis, 10 Jun 2004 15:16 WIB
Solo - Wakil Ketua Umum DPP PKB Mahfud MD yang kini menjadi pendukung duet Wiranto-Gus Solah menilai mantan Kas Kostrad Mayjen (Purn) Kivlan Zein adalah pribadi yang kurang beres. Menurut dia, tuduhan-tuduhan Kivlan yang diarahkan terhadap Wiranto sangat kecil pengaruhnya pada sikap pemilih. "Dalam tuduhan itu ada dua tendensi, politis dan ekonomis. Tendensi politisnya, kasus itu selalu dikaitkan oleh Kivlan karena ketidaksetujuannya Wiranto menjadi presiden. Bukan tidak mungkin ini pesan sponsor. Kenapa baru dikeluarkan sekarang, setelah lima tahun. Tendensi ekonomisnya, dia menuntut uang," ujar Mahfud kepada wartawan di Solo, Kamis (10/6/2004).Mahfud bahkan mempertanyakan apa sebetulnya yang pantas dipermalasahkan dari pembentukan Pam Swakarsa. Soalnya, keberadaannya tidak bersinggungan dengan tindak pidana apapun. Jika ada tuduhan penggunaan uang non-bujeter Bulog senilai Rp 10 miliar, Mahfud setuju dengan langkah Wiranto menempuh jalur hukum."Ini sudah ditangani tim hukum. Sekarang pihak Wiranto lebih proaktif ke pengadilan untuk menunjukkan bahwa hal itu tidak benar. Biarkan nanti pengadilan yang berjalan, kita harus lebih mempercayakan pada proses-proses hukum," kata dia.Selanjutnya Mahfud memaparkan sejumlah pengalamannya yang terkait dengan Kivlan, di saat dirinya menjabat sebagai Menteri Pertahanan di masa pemerintahan Gus Dur. Dipaparkan, saat itu Kivlan datang menemuinya, minta diusulkan kepada Gus Dur untuk diangkat sebagai Panglima (TNI), KSAD, atau Pangksotrad dengan alasan untuk menyelamatkan Gus Dur sebagai presiden.Kivlan Zein, lanjut Mahfud, juga pernah menawarkan proposal yang dnilainya tidak masuk akal, yaitu meminta SK darinya selaku Menhan agar ditunjuk dan diberi tugas dalam pengadaan logistik dan pakaian-pakaian para prajurit. Dengan SK itu, Kivlan meyakinkan bahwa uang dari penyandang dana di luar negeri yang jumlahnya puluhan juta dollar AS akan segera dikucurkan tanpa ikatan apa pun."Bagi saya saya itu hal yang tidak masuk akal. Saya pribadi punya kesan, bahwa Kivlan ini memang kurang beres," tegas Mahfud. Dia juga yakin pengaruh tuduhan itu bagi sikap pemilih terhadap Wiranto sangat kecil. "Itu mungkin hanya berpengaruh pada akitivis-aktivis dan LSM saja, yang jumlah tidak lebih dari 1 persen," lanjutnya. (asy/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads