"Paru-parunya dikempiskan dan masih dikontrol dengan mesin. Butuh 2 x 24 jam untuk melatih pernapasannya," ujar Direktur Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) dr Mustofa Fauzi saat jumpa pers di kantornya, Jaksel, Minggu (17/4/2011).
Mustofa mengatakan, tim dokter telah berhasil mengangkat 4 serpihan logam yang menempel di tubuh Heru. Namun masih ada sisa serpihan akibat ledakan bom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mustofa menerangkan, Heru masih harus menjalani perawatan di ruang ICU. Tim dokter akan berusaha agar Heru bsia bernapas lagi seperti normal.
"Insya Allah biasanya ngga ada (efek samping) kita harapkan beliau pulih. Kita akan latih beliau untuk berlatih napas dengan enak," tandasnya.
(ape/ape)










































