"Tim Khusus (Timsus) DPR untuk Permasalahan TKI di Arab Saudi akan berada di Jeddah, Arab Saudi pada 20-24 April 2011, guna memantau langsung proses pemulangan 2.927 WNI/TKI Overstay dan TKI Bermasalah menggunakan Kapal Motor Labobar PT Pelni dari Pelabuhan Jeddah pada 23 April," ujar Wakil Ketua Komisi IX DPR, Irgan Chairul Mahfiz, melalui pers rilisnya kepada detikcom, Minggu (17/4/2011).
Menurut Irgan, Tim Khusus tersebut beranggotakan 10 orang dan akan berada di Arab Saudi hingga tanggal 24 April 2011. Sejumlah agenda telah menanti Tim Khusus tersebut. Selain memantau pemulangan TKI, mereka juga akan melihat kondisi penampungan WNI/TKI tersebut di Gedung Madinatul Hijjat. Mereka juga mengagendakan pertemuan dengan pihak-pihak yang terlibat dengan TKI di Arab Saudi, baik pemerintah Kerajaan Arab Saudi maupun Asosiasi Penyalur TKI atau tenaga kerja asing di Arab Saudi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Irgan, hasil dari kunjungan mereka ini akan dijadikan bahkan evaluasi dan masukan bagi pemerintah untuk memperbaiki pelayanan penempatan dan perlindungan TKI di Arab Saudi.
Gelombang pemulangan WNI/TKI Overstay dan TKI Bermasalah dari Jeddah dimulai sejak Senin (14/2) sebanyak 301 WNI/TKI, disusul gelombang II pada Jumat (18/2) 335 orang, gelombang III, Kamis (24/2) dengan 350 orang, gelombang IV pada Senin (28/2) 415 orang, gelombang V pada Rabu (9/3) 305 WNI/TKI, serta gelombang VI, Sabtu (19/3) untuk 367 WNI/TKI. Pemulangan gelombang VII dengan KM Labobar Pelni adalah terakhir dari jumlah 5000 WNI/TKI Overstay dan TKI Bermasalah yang mendapat pengampunan.
Kapal Motor Labobar Pelni sendiri telah berangkat dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara pada 10 April lalu. Kapal akan tiba di Jeddah pada 19 April 2011. Kepulangan TKI dengan kapal tersebut ditemani 69 petugas yang akan mengawal berikut melakukan pendataan di antaranya 5 orang petugas BNP2TKI, 13 tenaga kesehatan Kemenkes, 1 orang dari Kemenkopolhukam, 1 staf Kemenlu, 3 orang dari Imigrasi Kemenhukham, dan 46 personel TNI/Polri untuk pengawalan terdiri 14 anggota Marinir Batalyon Intai Amfibi, 6 anggota Kopassus, ditambah 26 aparat kepolisian.
(adi/ape)










































