Pelayat Ronald Reagan Panik, Gedung Capitol Dikosongkan

Pelayat Ronald Reagan Panik, Gedung Capitol Dikosongkan

- detikNews
Kamis, 10 Jun 2004 13:46 WIB
Jakarta - Kepanikan sempat terjadi dalam persiapan seremoni kedatangan jenazah Ronald Reagan di Washington. Para anggota parlemen, pejabat dan para pelayat berlarian meninggalkan gedung Capitol (gedung parlemen AS). Gara-garanya, polisi secara mendadak menyerukan ada sebuah pesawat tengah mengarah ke gedung dan menyuruh orang-orang berlari keluar.Namun dalam beberapa menit kemudian, otoritas memastikan bahwa itu semua adalah kekeliruan. Pesawat yang dikira akan menghantam gedung ternyata hanyalah pesawat kecil yang membawa Gubernur Kentucky Ernie Fletcher ke seremoni tersebut. Pesawat tersebut tanpa sengaja telah memasuki wilayah terbang terlarang di sekitar ibukota Washington. Inilah yang menimbulkan kepanikan tersebut. Demikian seperti diberitakan kantor berita Associated Press, Kamis (10/6/2004).Gedung Capitol yang sempat dievakuasi, dengan cepat dibuka kembali. Selama beberapa menit kehebohan itu, polisi telah mengamankan Ketua DPR AS Dennis Hastert keluar dari gedung. Di seberang jalan, di Mahkamah Agung AS, polisi juga mengumpulkan beberapa hakim dan membawa mereka pergi dengan mobil.Petugas polisi juga berteriak-teriak kepada para pegawai Mahkamah Agung untuk meninggalkan meja kerja mereka. Alarm pun dibunyikan. "Ke ruang bawah tanah, ke ruang bawah tanah!" teriak polisi.Aparat polisi di Capitol juga meneriaki orang-orang yang berlarian menuruni anak tangga untuk berlari lebih kencang lagi. "Ada pesawat datang!" seru seorang petugas polisi kepada wartawan yang menanyakan apa yang terjadi.Tampak pula beberapa pelayat perempuan yang mengenakan pakaian resmi, dengan cepat melepas sepatu berhak tinggi mereka agar bisa berlari lebih cepat. (ita/)


Berita Terkait