"Itu aksi penakut dan pengecut, menyerang orang yang sedang beribadah. Orang lagi salat yang sedang lengah hendak dibunuh, kalau mereka berani serang yang petugas yang sedang berjaga dengan senjata lengkap," kata eks petinggi Jamaah Islamiyah (JI) Nasir Abbas saat berbincang, Sabtu (16/4/2011).
Nasir juga menjelaskan, bagi pelaku teror tersebut, mereka merasa hanya diri mereka yang benar. Orang Islam yang lain, padahal salat dan puasa tetap saja dianggap kafir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut menurutnya, kelompok pelaku teror itu juga mencap masjid yang dibangun pemerintah sebagai masjid yang bahaya, dengan alasan dibangun dengan dana aparat.
"Mereka juga menganggap solat di masjid itu tidak sah, jadi mereka merasa mengebom masjid di sana selain mendapat pahala karena melukai polisi juga merusakkan masjid yang dibangun petugas, yang mereka kafirkan," tuturnya.
Bom meledak di masjid Polresta Cirebon pukul 12.15 WIB. Pelaku bom bunuh diri tewas dengan perut hancur. Pelaku ikut salat Jumat dan berada di baris kedua. Belasan polisi luka-luka termasuk Kapolresta Cirebon AKBP Herukoco.
(ndr/van)











































