Seorang dokter yang tergabung dalam Medecins Sans Frontieres (MSF), Dr Morten Rostrup, mengatakan, akibat masalah kapasitas rumah sakit, pasien-pasien lama terpaksa dipulangkan lebih awal supaya mereka bisa menerima pasien-pasien baru yang terluka akibat pertempuran tersebut.
"Mereka kewalahan dengan korban-korban," kata Rostrup kepada Reuters, Sabtu (16/4/2011).
"Mereka mendapat 30 korban luka yang baru kemarin dan untuk merawat mereka, mereka harus memulangkan beberapa pasien lebih awal... supaya ada ruang untuk merawat korban luka yang baru," tutur Rostrup.
Dikatakan Rostrup, dirinya telah mengunjungi sejumlah rumah sakit di Misrata untuk melihat kondisi di sana. "Mereka menanganinya dengan cukup baik. Mereka punya sejumlah peralatan.... tapi mereka kekurangan ahli besah syaraf, dan itu merupakan masalah," tutur Rostrup.
Untuk mendapatkan perawatan yang lebih lengkap, sekitar 65 korban luka dari Misrata dibawa oleh MSF ke Tunisia. Sebagian dari para korban itu dalam kondisi kritis.
Kondisi di Misrata kian memburuk dari hari ke hari. Kelompok pemberontak menyatakan, sebuah roket pasukan Khadafi menghantam sebuah wilayah pemukiman pada Kamis, 14 April lalu hingga menewaskan 23 warga sipil.
(ita/ita)











































