DPR hanya akan membangun gedung mirip Nusantara I yang akan dihubungkan dengan tanggal ala Twin Tower Petronas di Malaysia. Namun skema ini dipandang hanya seknario baru menipu rakyat.
"DPR ini sudah terlanjur hancur citranya sebaiknya mereka hentikan dulu. Termasuk rencana twin tower itu hanya pengelabuan. Kalau mereka mau membuat rencana yang lebih matang dan sederhana, janganlah berbicara satu gedung itu tapi menyeluruh," protes Direktur Formappi, Sebastian Salang, kepada wartawan di Warung Daun Cikini usai diskusi Radio Trijaya di Jakarta, Sabtu (16/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang masyarakat itu sedang marah jadi mereka ubah skenarionya. Mereka tunjukkan kinerja mereka dulu, jalan-jalan ke luar negeri distop dulu," sarannya.
Sebagai wakil rakyat, DPR harus memahami aspirasi rakyat. Sehingga pada saatnya nanti kemauan DPR akan didukung rakyat.
"Pahami psikologi publik dulu kemudian tunjukkan cara transparan sambil menunggu waktu yang epat. Nggak perlu malu mengakui kesalahan karena itu minta maaflah. Saya yakin kalau mereka ngotot mereka akan dipaksa untuk membatalkan," tandasnya.
(van/ndr)










































