Pemprov NAD Beli Helikopter MI-2 dengan Harga Termurah
Kamis, 10 Jun 2004 12:51 WIB
Jakarta - Pembelian helikopter Mi-2 oleh Pemprov NAD sudah sesuai prosedur. Helikopter tersebut juga dibeli dengan harga termurah dari harga yang ditawarkan 5 perusahaan berbeda.Demikian ditegaskan kuasa hukum Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), OC Kaligis kepada wartawan di sela-sela pemeriksaan Puteh di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jl. Veteran III, Jakarta, Kamis (10/6/2004)."Kita sudah ambil yang paling murah. Ada 5 harga yang ditawarkan oleh lima perusahaan yang berbeda. Kalau you bilang mahal, yang mana? Bagaimana bisa dibilang mahal kalau itu anti peluru, layak terbangnya melalui AURI ada dan macam-macam," tutur Kaligis.Di samping itu, sambung Kaligis, helikopter tersebut sangat dibutuhkan oleh Pemprov NAD. Hal ini mengingat kondisi keamanan provinsi tersebut saat itu sedang rawan."Waktu GAM itu semua tidak bisa ke mana-mana. Kalau gubernur tidak bisa ke mana-mana, ya bagaimana. Jadi helikopter tersebut memang sangat dibutuhkan," tukas Kaligis.Sekadar diketahui, Puteh diperiksa KPK terkait kasus dugaan korupsi di Pemprov NAD dalam pembelian Helikopter Mi-2. Diduga telah terjadi disparitas harga pembelian helikopter Mi-2 asal Rusia yang sangat besar. Dari harga pembelian helikopter Rp 6,5 miliar menjadi Rp 12 miliar.
(djo/)











































