Kisah soal Nurul ramai diberitakan di Surat Kabar Yordania. Salah satunya adalah elarablyawm, harian berbahasa Arab di Yordania. Demikian disampaikan seorang mahasiswa Indonesia yang berdomisili di Yordania, Muhammad Jalil, kepada detikcom, Kamis (16/4/2011).
Situs elarablyawm.net menulis Nurul, berhasil keluar dari cengkraman majikan yang kerap menyiksanya. Dia melarikan diri ke KBRI, Rabu (14/4).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gadis berusia 25 tahun ini diperlakukan seperti binatang. Kakinya dirantai jika tidak berkerja dan kembali dilepas apabila ada kerjaan. Dia bekerja dari jam 6 pagi sampai jam 12 malam tanpa ada hari libur.
"Dia kerap disiksa dengan tongkat besi, pisau dan martil bahkan disiram air mendidih, yang membuat sekujur tubuhnya penuh dengan darah dan luka-luka serta harus kehilangan fungsi mata sebelah kanannya," demikian ditulis elarablyawm.net.
Dalam kontrak, Nurul dijanjikan akan dibayar 100 US$ setiap bulannya. Namun sudah tiga tahun terakhir, dia tidak menerima gajinya.
Selama bekerja, Nurul selalu hidup dalam ketakutan. Dia pun putus kontak dengan keluarganya di tanah air. Akhirnya, karena tidak tahan, Nurul yang terluka berhasil melarikan diri ke KBRI.
(rdf/rdf)










































