"Kita berterima kasih karena kedatangan FPI. Sudah sewajarnya sesama muslim saling silaturahim," ujar Pemimpin Redaksi Republika, Nasihin Masha, ketika ditemui detikcom di kantornya di Jl Warung Buncit Raya, Pejaten, Jakarta Selatan, Jumat (15/4/2011).
Menurut Nasihin, pihak FPI memang memberikan masukan terkait berita tentang film terbaru garapan Hanung Bramantyo berjudul '?', namun Nasihin enggan menjelaskan apa saja yang disampaikan FPI. Saat ditanya protes FPI tersebut, Nasihin hanya melempar senyum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Republika tidak membuat berita yang signifikan, karena Republika hanya memuat wawancara dengan Hanung Bramantyo. Sedangkan aspirasi FPI mengenai penolakan film ini tidak pernah diberitakan," kata Jafar sebelum diterima Republika.
Jafar menjelaskan, FPI pernah menyampaikan kalau dalam film '?' itu ada adegan gereja dibom, pendeta ditusuk dan restoran Cina diserang yang itu mencerminkan umat Islam anarkis. "Tapi itu semua tidak pernah dimuat," katanya.
(adi/nrl)











































