Ketua Komisi III DPR: Intelijen Rapuh, Polri Diremehkan Teroris

Ketua Komisi III DPR: Intelijen Rapuh, Polri Diremehkan Teroris

- detikNews
Jumat, 15 Apr 2011 18:22 WIB
Jakarta - Ketua Komisi III DPR Benny K Harman angkat bicara terkait bom bunuh diri di Cirebon. Bom yang dilakukan di masjid Mapolresta Cirebon ini dianggap Benny sebagai bukti rapuhnya intelijen dan lemahnya polisi di mata teroris.

"Pertama ini pertanda intelijen Kepolisian kita sangat rapuh. Kalau bom saja bisa masuk ke dalam ruangan suci di masjid Mapolresta Cirebon maka pertanda yang lebih dahsyat lagi akan datang," ujar Benny kepada wartawan di Jumat (15/4/2011).

Benny menuturkan, teroris sedang mencoba-coba kekuatan polisi. Polisi harus meningkatkan kewaspadaan agar bisa mengantisipasi teror bom yang mungkin bisa terjadi berikutnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Maka Polri perlu meningkatkan kewaspadaan, karena ini juga pertanda bahwa teroris tidak takut bahkan merasa lebih powerful dari Polri. Kekuatan Polri dianggap sepele dan enteng," ingat Benny.

Karenanya, Benny mengimbau polisi mengkonsolidasikan kekuatan menghadapi teroris.Karena teroris punya tujuan untuk mengacaukan masyarakat yang tenang dan damai.

"Maka itu mutlak konsolidasi kekuatan internal Polri perlu ditingkatkan terus. Karena teror bom akan terus menghantui masyarakat kita dengan tujuan utama meningkatkan rasa takut dan kecurigaan dalam masyarakat," imbaunya.

Kerja esktra intelijen dan Polri memberantas teroris akan menjawab kepercayaan masyarakat terhadap dua lembaga ini.

"Dengan masyarakat panik maka akan terjadi instabilitas politik dan delegitimasi kepemimpinan nasional," jelasnya.

(van/gun)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini