Koordinator Kalsel: Tak Ada Pendidikan Ngebom di Al Zaytun

Koordinator Kalsel: Tak Ada Pendidikan Ngebom di Al Zaytun

- detikNews
Jumat, 15 Apr 2011 17:04 WIB
Jakarta - Negara Islam Indonesia (NII) selalu dikaitkan dengan aktivitas Pesantren Al Zaytun. Koordinator Al Zaytun Kalimantan Selatan, A.S.E Iskandar meyakinkan, tidak ada pendidikan terkait NII, termasuk pendidikan mengebom.

"Kita pendidikan biasa saja, kita intens ke teknologi, bahasa Inggris. Tidak ada sampai pendidikan ngebom," ujar Iskandar dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (14/4/2011).

Menurutnya, isu Al Zaytun terkait dengan NII dan isu pemimpin Al Zaytun yakni Panji Gumilang adalah Presiden NII telah sering kali muncul. Banyak orang tua yang menanyakan isu tersebut kepada pengurus Al Zaytun.

"Tapi kan saya hanya koordinator di Kalsel yang tugasnya mempersiapkan calon santri, jadi saya tidak paham isu itu. Biasanya saya ajak mereka ke sana (pesantren) melihat
anak-anak di sana, bertemu dan bertanya kepada para santri yang sudah lulus," imbuh Iskandar.

Menurutnya, isu ini beredar santer belakangan ini saja. Kendati demikian, namun pihak Al Zaytun lebih memilih tidak berkoar-koar membantah wacana dan isu tersebut. Sebab dia khawatir jika selalu ada bantahan akan selalu ramai.

"Kalau ada isu sebenarnya bingung kita. Ini bolak-balik saja. Tapi saya lihat bulan Juni kan penerimaan siswa baru, sebelum Juni ini isu berkembang lagi. Pendaftaran itu kan rutin Maret-Mei. Ya maka dihembuskan isu itu lagi," terang Iskandar.

Menurutnya, anak-anak suka belajar ke Pesantren Al Zaytun karena ponpes ini mempersiapkan santrinya menjadi pemimpin. Banyak pejabat yang datang, sehingga santri pun bisa melihat dan berdialog langsung dengan pejabat.

Dia menyampaikan, meski diterpa isu terkait NII, namun santri Al Zaytun masih banyak. Tahun 2010 lalu, dari Kalsel ada 20 orang yang menjadi santri Pesantren Al Zaytun.

"Kalau dihitung sejak 1999 sudah 250 orang. Kalau total santrinya di Al Zaytun ya mungkin ada 7 ribu-an," ucap Iskandar.

NII belakangan menjadi perbincangan setelah Laila Febriani alias Lian yang merupakan CPNS di Bagian Tata Usaha, Direktorat Bandar Udara, Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan yang hilang pada Kamis (7/4) lalu hilang secara misterius.

Namun sejumlah pengamat menilai NII yang ada sekarang adalah 'NII gadungan' sebab NII asli telah tamat.

Mustofa B Nahrawardaya, Koordinator Indonesian Crime Analyst Forum (ICAF), misalnya, menyebut  NII yang sekarang, termasuk NII KW 9, merupakan NII palsu yang disusupi intelijen.

"Semenjak pergantian imam dari Kartosoewirjo kepada para penggantinya sebelum terbentuk Komandemen Wilayah IX (atau lebih dikenal NII KW9), NII sudah tidak lagi murni gerakan NII. Gerakan pembentukan negara di bawah bendera agama Islam itu, sudah disusupi (diinfiltrasi) oleh intelijen. Alhasil, NII bentukan intelijen ini sungguh jauh benar karakternya dengan NII yang semua dirintis Kartosoewirjo, Daud Beureuh," kata Mustofa.

(vit/nwk)


Berita Terkait