Massa berkumpul di lapangan parkir harian tersebut, Jumat (15/4/2011). Mereka membawa poster yang bertuliskan 'Stop Film ?'. Selain itu mereka juga membawa spanduk bertuliskan 'Stop film yang merusak akidah'.
Koordinator Demonstrasi Ustad Jafar Sodiq mengatakan Republika tidak membuat berita yang berimbang. Dia menilai harian ini hanya memberitakan dari sisi sutradara film Hanung Bramantyo.
"Republika tidak membuat berita yang signifikan, karena Republika hanya memuat wawancara dengan Hanung Bramantyo. Sedangkan aspirasi FPI mengenai penolakan film ini tidak pernah diberitakan," katanya.
Jafar menjelaskan, FPI pernah menyampaikan kalau dalam film '?' itu ada adegan gereja dibom, pendeta ditusuk dan restoran Cina diserang yang itu mencerminkan umat Islam anarkis. "Tapi itu semua tidak pernah dimuat," katanya.
Demoo ini dikawal oleh sekitar 30 polisi. Hingga pukul 16.30 WIB, perwakilan dari FPI masih bertemu dengan wakil dari Republika.
(nal/fay)











































