Hal ini diceritakan Darma Sunarso, seorang pemilik toko komputer di kawasan Gunung Sari, Cirebon, dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (15/4/2011). Tokonya hanya berjarak 1 km dari lokasi ledakan.
"Aktivitas toko-toko sih biasa saja, santai," kata Darma.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya telepon saudara saya yang punya toko di Panjunan, nggak jauh juga dari lokasi bom. Mereka juga tetap pada buka toko," jelas dia.
Yang jelas, warga tidak habis pikir kenapa Mapolresta Cirebon yang menjadi sasaran aksi bom.
Sementara itu, warga Cirebon lainnya, Yayan, mengatakan begitu bom meledak, banyak orang yang saling menanyakan keberadaan kerabatnya. Takutnya, mereka ada di lokasi kejadian atau bahkan menjadi korban.
"Saya dengar kejadian pukul 13.30 WIB, ditelepon orang tua dan teman. Mereka tanya saya ada di mana, posisi saya di Jl Cipto," kata Yayan.
Hal yang sama diceritakan Bayu Aji. Warga saling bertelepon untuk memastikan keselamatan kerabatnya.
"Saya ditelepon orang tua, posisi saya sudah di Sindang Laut. Berangkat pun juga kebetulan tidak lewat Mapolresta, tapi lewat Jl By Pass," tutur Bayu.
(fay/nrl)











































