SBY Menilai Pengungkapan Kasus 27 Juli Dipaksakan

SBY Menilai Pengungkapan Kasus 27 Juli Dipaksakan

- detikNews
Kamis, 10 Jun 2004 11:58 WIB
Jakarta - Capres Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menilai dibukanya kembali pengungkapan kasus 27 Juli adalah suatu hal yang dipaksakan di saat pencalonannya sebagai presiden. SBY mempertanyakan motivasi dibalik pengungkapan kasus itu. "Bagaimana konteksnya, ketika saya sedang melakukan kampanye. Tiba-tiba terasa bagi saya, ini seperti dipaksakan padahal tahun 2000 dan 2001, saya sudah memberikan penjelasan sejelas-jelasnya dan setelah itu saya ditetapkan sebagai saksi," kata SBY usai dialog terbatas dengan civitas akademika UI di Posko Simpatisan 'SBY-JK' Jl. Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (10/6/2004). Dialog itu dipandu psikolog Sarlito Wirawan.Untuk itu, SBY meminta kepada aparat penegak hukum baik pemerintah atau pun kepolisian untuk menggunakan pikiran sejernih-jernihnya dan menempatkan supremasi hukum di atasnya. " Gunakanlah pikiran-pikiran yang jernih dengan profesionalitas yang setinggi-tinginya, kalau ini betul-betul proses hukum ini bagus dan saya dukung,"ujar SBY.Namun, lanjut dia, kalau ini di luar itu dan syarat dengan muatan-muatan politik praktis, ini sangat disayangkan dan dapat menciderai demokrasi yang sedang kita bangun bersama. Ia membantah sinyalemen dirinya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam pristiwa yang dikenal dengan sebutan kudatuli (peristiwa berdarah 27 Juli) itu. "Tidak pernah saya dikategorikan sebagai tersangka," tegasnya. SBY pun kembali mempertanyakan apa motivasi dibaliknya. Sekadar diketahui, beberapa orang yang terlibat seperti Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso merasa heran mengapa kasus ini dibuka kembali. Menurut Sutiyoso, kasus ini dianggap sudah selesai.Sementara itu Sarlito Wirawan menjelaskan dialog kali ini berbeda dengan dialog di UI yang dihadiri oleh capres Amien Rais. "Yang kemarin itu penyelenggaranya BEM-UI," ujarnya. Dikatakan Sarlito, dialog ini dihadiri oleh audiens yang terbatas, mereka itu adalah mahasiswa yang berprestasi, para dosen dan dekan serta direkam oleh salah satu stasiun televisi. (dsb/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads