"Karena pemboman ini dilakukan di Masjid di area Polres Cirebon ini menunjukkan ada faktor kesengajaan untuk melemahkan citra Polri yang terdepan dalam mengatasi persoalan terorisme dan kita harus sama-sama meningkatkan kewaspadaan," ujar Pram saat dihubungi wartawan, Jumat (15/4/2011).
Pram menuturkan, sejumlah aksi terorisme belakangan ini kerap terjadi. Polisi harus bekerja ekstra keras menjamin keselamatan warga masyarakat.
"Kejadian bom buku dan kemudian bom yang terjadi sekarang ini menunjukkan bahwa Polri tidak boleh lengah karena upaya Densus 88 memerangi terorisme namun ternyata akar dan sel terorisme masih ada di Indonesia," terang Pram.
Khusus kejadian di Cirebon, menurut Pram, sangat diluar dugaan. Karena pelaku meledakkan diri di depan masjid saat salat jumat berlangsung.
"Tentunya mengutuk dengan keras kejadian pemboman yang dilakukan di Masjid Polresta Cirebon, kepada Polri kami meminta untuk segera menindak pelaku dan jaringan yang terlibat dalam pemboman ini," jelas Pram.
Ia juga mengajak masyarakat untuk mewaspadai berbagai aksi teror. Sehingga dapat bekerjasama Polri menumpas sel teroris.
"Ini harus dilawan bersama-sama dan saya yakin masyarakat mensuport Polri untuk memberantas terorisme di Indonesia," imbaunya.
(van/gun)











































