Jadi Taman Nasional, Kampung Mbah Maridjan Harus Kosong

Jadi Taman Nasional, Kampung Mbah Maridjan Harus Kosong

- detikNews
Jumat, 15 Apr 2011 14:44 WIB
Jakarta - Kawasan terdampak bencana letusan Gunung Merapi akan dijadikan sebagai taman nasional, termasuk kampung mantan juru kunci Gunung Merapi Mbah Maridjan. Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pun akan  segera memfollow up dengan mengeluarkan sejumlah kebijakan. Namun untuk menindaklanjutinya, Pemprov DIY terlebih dahulu menunggu SK dari pemerintah pusat.

"Menunggu surat dari pusat untuk mengeluarkan surat keputusan untuk mengatur tata ruang. Saya kan perlu hasil rapat keputusan ini sebagai dasar untuk mengeluarkan kebijakan. Mana yang harus dikosongkan atau yang tidak dimungkinkan pemukiman harus relokasi. Yang penting kita punya kekuatan hukum supaya Bupati Sleman bisa mengeluarkan kebijakan karena berkaitan dengan RTRW," kata Gubernur DIY Sultan Hamengkubuwono X di Kantor Wakil Presiden, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (15/4/2011).

Sultan mengatakan, program rehabilitasi ini nantinya bersumber dari departemen-departemen terkait. Sementara untuk hal-hal yang darurat, sumber pendanaan dari BNPB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Rehabilitasi masing-masing dari departemen, kalau darurat dari BNPB," kata Sultan.

Kalau yang diakibatkan oleh lahar dingin bagaimana? "Itu yang melaksanakan PU, tapi kalau darurat mungkin duitnya dari BNPB. Yang penting di atas itu harus dikosongkan, makin cepat makin baik agar lahar dingin tidak ke bawah. Relokasi tetap ada di desa itu yang kena dampaknya," jawab Sultan.

Bagi warga yang kehilangan rumah akibat letusan Merapi, menurut Sultan saat ini masih tinggal di Huntara (Hunian Sementara). "Kita bangunkan rumah di tempat yang sama. Belum ada rekonstruksi, baru huntara. Nanti kalau menjadi lokasi untuk rumah tetap, ya di situ secara bertahap dibangunkan rumah permanen," papar Sultan.

Untuk kompensasi para korban Merapi, per hari satu orang Rp 5.000, hanya satu bulan sudah selesai. "Sekarang akan kita ganti sapi, kita bikinkan kolam dengan harapan ekonomi mereka bergerak lagi," imbuhnya.

Nasib kampung Mbah Maridjan bagaimana? "Kinahrejo mungkin direlokasi karena tidak mungkin dipakai, jadi harus kosong. Di sana kosong ya tidak boleh ada orang tinggal," jawab Sultan.

(anw/gun)


Berita Terkait