"Soal Malaysia, kita belum pernah minta dan belum menanggapinya," ucap juru bicara Kementerian Luar Negeri, Michael Tene, kepada wartawan di kantornya, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Jumat (15/4/2011).
"Kami belum melakukan komunikasi secara khusus," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara umum, penanganan masalah pembajakan Somalia ini keprihatinan masyarakat internasional," lanjutnya.
"Sejumlah negara sudah meningkatkan pengamanan mereka di perairan Somalia untuk mengamankan jalur pelayaran maritim internasional," sambungnya.
MV Sinar Kudus milik PT Samudera Indonesia Tbk yang bermuatan nikel -- disebut-sebut berharga Rp 1,5 triliun -- bersama 20 ABK disandera perompak Somalia saat melintas di Teluk Aden. Mereka minta tebusan Rp 77 miliar.
Pasukan elite TNI AD, Kopassus, siap menggelar operasi penyelamatan. Namun pemerintah rupanya tidak tertarik mengirimkannya dan memilih membayar tebusan.
Angkatan Bersenjata Malaysia menawarkan bantuan kepada Indonesia lantaran memiliki pengalaman menangani pembajakan ketika kapal tanker MISC MT Bunga Laurel dengan 23 awak ditangkap oleh bajak laut Somalia pada 21 Januari. Pasukan Perlindungan Khusus Malaysia di Kapal Bunga Mas 5 langsung bertindak dan menangkap tujuh bajak laut Somalia.
(mad/nwk)











































