Aktivis HAM Italia Ditemukan Tewas di Palestina

Aktivis HAM Italia Ditemukan Tewas di Palestina

- detikNews
Jumat, 15 Apr 2011 12:02 WIB
Jakarta - Aktivis hak asasi manusia asal Italia ditemukan tewas di Palestina. Ia sebelumnya diculik oleh sekelompok milisi dan ditemukan tak bernyawa di sebuah rumah di Gaza, Palestina, bersama seorang tahanan yang selamat.

Seperti dikutip detikcom dari CNN.com (15/4/2011), beberapa jam sebelum jenazah aktivis bernama Vittorio Arrigoni ditemukan, sebuah video diposting di situs youtube. Dalam video tersebut nampak Arrigoni yang tengah ditutup kedua matanya dengan menggunakan kain hitam. Sebuah pesan dengan bahasa Arab juga nampak tertulis dalam video tersebut. Isinya menyatakan mereka akan membunuh Arrigoni jika dalam jangka waktu 30 jam, otoritas setempat tidak membebaskan Hesham Al-Saeedni.

Al-Saeedni adalah pemimpin sebuah kelompok yang terinspirasi gerakan Al Qaeda. Dalam pesan di video tersebut, penculik juga menyebut Italia sebagai bangsa kafir yang tentaranya masih berada di tanah orang muslim.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Koordinator International Solidarity Movement, Tradardi, sebelumnya yakin stafnya tersebut akan dibebaskan dengan selamat. "Sekarang kita harus bekerja lebih giat untuk mencoba mengubah kebijakan luar negeri pemerintah kita, pemerintah Eropa dan pemerintah Amerika Serikat agar mereka dapat menekan Israel untuk memecahkan masalah Palestina," imbuh Tradardi.

Arrigoni telah aktif di Palestina selama hampir satu dekade dan telah menjadi bagian dari International Solidarity Movement selama dua tahun. Ia bahkan dianugerahi gelar warga kehormatan oleh masyarakat Palestina.

"Vittorio Arrigoni adalah pahlawan bagi Palestina. Ia selalu bersedia membantu semua orang miskin," kata Kepala Departemen Hak Sosial dan Ekonomi, Palestinian Centre for Human Rights, Khalil Shaheen.

Menurut aktivis International Solidarity Movement, Joe Catron, kawannya, Arrigoni terakhir kali terlihat pada pukul 08.00 malam, Kamis, di dekat pelabuhan di Gaza City.

"Sangat ironis kejadian ini menimpa orang yang telah mendedikasikan hidupnya untuk membantu Palestina," katanya sedih.

(adi/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini