Putri Khadafi: Minta Ayah Saya Turun itu Penghinaan

Putri Khadafi: Minta Ayah Saya Turun itu Penghinaan

- detikNews
Jumat, 15 Apr 2011 10:08 WIB
Putri Khadafi: Minta Ayah Saya Turun itu Penghinaan
Libya - Putri Muamar Khaddafi, Aisha (versi lain menulis Ayesha), menegaskan permintaan pihak Barat yang menyuruh ayahnya turun adalah penghinaan pada warga Libya. Aisha pun mengingatkan bahwa kakeknya dulu pernah dibunuh oleh Italia, saat penjajahan tahun 1911.

"Tahun 1911 Italia membunuh kakek saya melalui serangan udara dan sekarang mereka mencoba untuk membunuh ayah saya!" teriak perempuan yang pernah dijuluki 'si rambut pirang' ini kepada massa pendukung ayahnya yang berkumpul di dekat rumahnya di Bab al Azizia seperti disiarkan oleh TV pemerintah yang dilansir dari Reuters, Jumat (15/4/2011).

Massa Kahadafi yang berkumpul itu dalam rangka memperingati 25 tahun serangan Amerika di Libya. Pada 14 April 1986, Amerika mengadakan Operasi El Dorado Canyon melawan Khadafi, mengebom pertahanan udara, 3 pangkalan Angkatan Darat dan 2 pangkalan udara di Tripoli dan Benghazi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Wikipedia, serangan Amerika itu dipicu pernyataan Kahadafi yang menyatakan akan membunuh Presiden AS Ronald Reagan. Reagan pun menyebut Khadafi sebagai 'anjing gila dari Timur Tengah'. Pada 1981, AS pun menolak paspor Khadafi ke AS dan setahun berikutnya melarang impor minyak.

Hingga tahun 1984, Khadafi memulai rencana aksi teroris dalam negara AS, menyuruh sekelompok warga Libya di AS untuk mengebom gedung dan menjatuhkan pesawat AS. Dua tahun berikutnya sebelum invasi AS, pemerintah Libya dalam pernyataan di TV pemerintah mengaku melatih skuad untuk melakukan serangan pada kepentingan AS dan Eropa.

Aisha mengatakan saat serangan AS terjadi, dia baru berusia 5 tahun saat serangan AS terjadi. "Mereka menjatuhkan misil dan bom, mereka mencoba untuk membunuh saya dan lusinan anak-anak Libya. Sekarang, seperempat abad kemudian, misil dan bom yang sama jatuh di atas kepala saya dan anak-anak Anda," teriak Aisha yang mengenakan kerudung hijau dan jaket kulit pada massa ayahnya.

Beberapa jam sebelumnya TV pemerintah mengatakan bahwa pesawat NATO menyerang Tripoli pada hari Kamis.

(nwk/nrl)


Berita Terkait