"Penanggulangannya dengan cara sanitasi yakni mengubur dahan dan daun yang tidak produktif," kata Kepala Dinas Pertanian DIY, Nanang Suwandi kepada wartawan di kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), Bulaksumur, Yogyakarta, Kamis (14/4/2011).
Untuk pengendalian mekanis lanjut Nanang, dilakukan dengan cara mengumpulkan telur, ulat, dan kepompong untuk dimusnahkan. Telur-telur ulat bulu kebanyakan ditemukan di lekuk-lekuk kulit batang pohon mangga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan tidak semua pohon mangga atau pohon lainnya terkena serangan ulat bulu. Berdasarkan hasil laporan tim pemantau dari Dinas Pertanian DIY, di Kabupaten Kulon Progo serangan ulat bulu di tiga kecamatan, Wates, Nanggulan, dan Sentolo. Di Kecamatan Wates, ulat menyerang 3 pohon mangga dengan 65 persen berwujud ulat dan pupa terinfeksi agens hayati. Sedang di Kecamatan Nanggulan dan Sentolo 1 pohon mangga telah diserang.
Di Bantul, kata dia, ulat menyerang di Kecamatan Bambanglipuro, yakni 2 pohon mangga. Sedangkan di Desa Palbapang Kecamatan Bantul menyerang 1 pohon rambutan. Di Sleman ulat menyerang di Kecamatan Gamping pada pohon semak-semak dan Kecamatan Depok pada 2 pohon kedondong serta di Moyudan.
Sedangkan di kota, serangan ulat terjadi di Kelurahan Gedongkiwo Kecamatan Mantrijeron tepatnya di Pusat Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (PASTHY).
"Ulat bulu ditemukan pada tanaman bunga kenanga dan saat ini juga sudah ditangani," kata Nanang.
Untuk mencegah meluasnya serangan ulat bulu, Kepala Dinas Pertanian DIY mengatakan beberapa langkah koordinasi telah dilakukan, baik dengan dinas terkait maupun pemerintah kabupaten/kota. Di daerah perbatasan dengan provinsi lain seperti di Sleman, Kulonprogo, Gunungkidul juga terus dilakukan pemantauan.
(bgs/anw)










































