Polisi Cari Bukti Dugaan Lian Didoktrin Kelompok Tertentu

Polisi Cari Bukti Dugaan Lian Didoktrin Kelompok Tertentu

- detikNews
Kamis, 14 Apr 2011 14:46 WIB
Polisi Cari Bukti Dugaan Lian Didoktrin Kelompok Tertentu
Jakarta - Laila Febriani alias Lian sempat menghilang secara misterius. Saat ditemukan, Lian mengenakan cadar dan tidak ingat identitasnya. Polisi kini mencari bukti dugaan Lian didoktrin kelompok tertentu.

"Polri akan bergerk dari sisi pembuktian. Sampai sekarang si Lian sendiri belum bisa kita tanya, apa yang menyebabkan dia sampai seperti itu," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Sutarman, di sela-sela ulang tahun Pos Kota di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Kamis (14/4/2011).

Yang jelas, lanjut Sutarman, Lian pergi dari rumah dan menemui seseorang. Inilah yang sedang didalami polisi. Polisi akan mencari tahu, apa yang dilakukan si penculik Lian, untuk tujuan apa dan kegiatan apa sehingga keadaan Lian menjadi berubah drastis dari sebelumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau masalah-masalahnya dalam pengertian masyarakat dicuci otak, didoktrin, sehingga berubah. Ini yang akan kita lakukan pembuktiannya, agar kita mengetahui persis masalahnya," imbuh Sutarman.

Ketika ditanya apakah ada dugaan Lian didoktrin oleh NII, Sutarman menjelaskan, intelijen memiliki data tentang NII. Bahkan jaringan NII pun telah diketahui. Namun kepolisian masih belum bisa menghubungkan yang dialami Lian dengan kegiatan NII.

"Harus berangkat dari pembuktian dan keterangan saksi. Saksi utama adalah si Lian sendiri. Sampai saat ini, kondisinya masih belum bisa kita tanya," tambah Sutarman.

Menurutnya, sekarang ini jika Lian memberikan keterangan, maka kemungkinan keterangan yang diberikan masih terpengaruh kondisi pikirannya. Karena itu, polisi akan menunggu kondisi Lian normal dan stabil terlebih dahulu.

"Sehingga kitaย  bisa mengetahui persis siapa sih yang mencuci otaknya, kemudian untuk tujuan apa," ucap Sutarman.

Lian Febriani adalah CPNS di Bagian Tata Usaha, Direktorat Bandar Udara, Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan yang hilang pada Kamis (7/4) lalu. Sebelum hilang, Lian dan teman sekantornya sempat makan siang di kantin Kementerian Informasi dan Komunikasi.

Usai makan siang, Lian mengatakan kepada temannya ia akan menemui seseorang di Jl Tanah Abang, Jakarta Pusat. Namun hingga jam pulang kantor Lian tidak pernah kembali ke kantornya.

Sejak menghilang, Lian juga tidak pernah menghubungi keluarga maupun rekan sekantornya. Saat ditemukan beberapa hari kemudian di Masjid Atta'awun, Puncak, ada yang aneh dari kondisi psikologis ibu satu anak tersebut. Dia tak mengenal lagi keluarganya, termasuk dirinya sendiri. Dia juga mengenakan cadar dan mengaku bernama Maryam.


(vit/nrl)


Berita Terkait