"Semoga tawaran dari Malaysia bukan sindiran ke TNI kita. Memang pernah Malaysia sukses bebaskan sandera dari pembajak Somalia. Semoga tawaran mereka tulus, dan mudah-mudahan ini sebuah tradisi bagus untuk menyelesaikan masalah di laut, di lapangan," papar eks Ketua MPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (14/4/2011).
Hidayat menuturkan, banyak sekali ketegangan antara nelayan Indonesia dengan nelayan Malaysia. "Semoga ke depan ada kerja sama yang bagus," ujarnya.
Menurut dia, peristiwa ini sebaiknya dijadikan pelajaran ke depan.
"Harus ada pengamanan yang cukup bagi kapal RI. Menurut info yang saya tahu, sebaiknya kapal berkecepatan 18 knot per jam. Tetapi yang saya tahu kapal RI batasnya hanya 12 knot per jam, jadi bisa dikejar oleh para pembajak," paparnya.
(aan/nrl)











































