Aksi digelar di Bundaran Air Mancur, Jalan Pahlawan, Semarang, Kamis (14/4/2011). Mahasiswa dari BEM KM Undip ini membawa beberapa poster berisi sindiran terhadap rencana pembangunan gedung baru DPR.
Di sela orasi, para mahasiswa menggelar teatrikal dengan cara menutup telinga. Menurut mereka, itu sebagai lambang tidak pekanya anggota DPR terhadap penderitaan rakyat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indra yang juga Presiden BEM KM Undip ini menyatakan, dana pembangunan yang mencapai Rp 1 triliun lebih itu, sangat kontras dengan kehidupan rakyat. Daripada untuk membangun gedung baru, dana itu bisa dialokasikan ke hal-hal yang berkaitan langsung dengan rakyat.
Selain itu, mereka juga yakin kalau dana sebesar itu telah di-mark up sebesar Rp 602 miliar. "KPK harus menyelidiki hal ini," katanya.
Puas berorasi bergantian, massa berjaket hijau gelap ini membakar replika gedung DPR. Replika ini berbahan kertas dan dibentuk menyerupai gedung baru DPR. Ada tulisan 'Monumen Anti Demokrasi' pada replika setinggi 1 meter.
Begitu api menyala, mereka bernyanyi dan meneriakkan kata-kata penolakan. Puluhan polisi mengawal aksi tersebut. Hingga akhir, aksi berlangsung tertib. Arus lalu lintas sama sekali tak terganggu.
(try/fay)











































