"Bapak Presiden dan Ibu Negara akan melayat almarhum Rosihan Anwar di rumah duka di Jalan Surabaya No 13, Menteng, Jakarta Pusat," kata Juru Bicara Presiden Julian Pasha dalam pesan singkatnya, Kamis (14/4/2011).
Di mata SBY, Rosihan Anwar adalah sosok yang sangat penting dalam dunia pers nasional. SBY merasa sangat kehilangan. "Kita sangat kehilangan tokoh bangsa," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama ini, Pak Ros dikenal sebagai wartawan 3 zaman (zaman penjajahan, Orba dan reformasi) yang tangguh dan pantang menyerah. Di usianya yang senja, dia masih sering menghadiri berbagai forum, termasuk diskusi yang digelar Editors Club maupun menghadiri acara-acara bersama para pemimpin redaksi dan tokoh pers.
Pak Ros masih aktif mengomentari sesuatu dan kalimat yang ia ucapkan seringkali menyengat dan membuat tersenyum. Terkadang Pak Ros membuat kritikan pedas, terkadang membuat humor. Pak Ros juga masih aktif menulis kolom di sejumlah media massa.
Enam bulan lalu, Pak Ros ditinggal oleh istri tercintanya Siti Zuraida. Sang istri meninggal pada 5 September 2010. Saat melepas sang istri di TPU Karet, Rosihan tampak sangat berduka. Dia melepas sang istri dengan isak tangis didampingi tiga anaknya, Aida Fatia, Omar Luthfi, dan Nai.
(anw/nrl)











































