"Jadi Opa pagi tadi habis bangun tidur, mau makan. Makan pagi dibawa ke teras. Di situ, dia agak sesak nafas. Setelah itu, Beliau makan tiba-tiba nafasnya terkulai. Kami memutuskan untuk segera membawanya ke sini. Kemudian nggak tertolong lagi," papar cucu Rosihan Anwar, Alma Tania, di RS MMC, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (14/4/2011).
Alma mengatakan, sang Opa baru sehari pulang dari RS Harapan Kita pada Rabu 13 April kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, Rosihan Anwar sebenarnya sudah sebulan dirawat di rumah sakit. "Jadi awalnya ke MMC, Medistra lalu ke Harapan Kita. Setelah itu pulang sehari dan kejadian seperti tadi pagi itu," kata Alma.
Tokoh pers nasional ini menghembuskan nafas terakhir pukul 08.15 WIB dalam usia 89 tahun.
Selama ini, Pak Ros dikenal sebagai wartawan 3 zaman (zaman penjajahan, Orba dan reformasi) yang tangguh dan pantang menyerah. Di usianya yang senja, dia masih sering menghadiri berbagai forum, termasuk diskusi yang digelar Editors Club maupun menghadiri acara-acara bersama para pemimpin redaksi dan tokoh pers.
Pak Ros masih aktif mengomentari sesuatu dan kalimat yang ia ucapkan seringkali menyengat dan membuat tersenyum. Terkadang Pak Ros membuat kritikan pedas, terkadang membuat humor. Pak Ros juga masih aktif menulis kolom di sejumlah media massa.
Enam bulan lalu, Pak Ros ditinggal oleh istri tercintanya Siti Zuraida. Sang istri meninggal pada 5 September 2010. Saat melepas sang istri di TPU Karet, Rosihan tampak sangat berduka. Dia melepas sang istri dengan isak tangis didampingi tiga anaknya, Aida Fatia, Omar Luthfi, dan Nai.
(aan/fay)











































